Beras merupakan makanan pokok untuk miliaran penghuni yang ada di muka Bumi, dan sudah telah ada sejak beribu-ribu tahun silam. Untuk banyak budaya, butir karbohidrat sederhana ini melambangkan makanan, keindahan, kemakmuran dan pastinya kesuburan.
Dan menurut para ahli gizi, asupan pada beras, yang ditanak menjadi nasi, akan memberikan campuran nutrisi unggul yang dibutuhkan oleh tubuh yang aktif agar bisa menghasilkan performa terbaik.
Akan tetapi, sebagaimana yang dikutip oleh beberapa berita, popularitas beras yang kini mulai disangsikan akibat beberapa prasangka, seperti karbohidrat yang berlebih misalnya, yang akan berujung obesitas.
Padahal beras juga mempunyai beberapa varietas yang tidak kalah sehat jika dibandingkan dengan makanan bebas gluten. Sebagian besar memang sangat langka, akan tetapi bukan berarti tidak dapat dicari.
Berikut inilah beberapa empat jenis beras dengan beberapa kandungan gizi yang paling sehat, dimana konon bisa meningkatkan angka harapan hidup.
1. Beras Merah
Warna merah kecoklatan yang ada pada beras sejatinya berasal dari lapisan dedak yang masih menempel, dimana banyak mengandung beragam kandungan gizi, termasuk vitamun B, fosfor dan juga magnesium.
Serat makanan yang disediakan oleh beras merah, yaitu sekitar 5 gram dalam setiap cangkir yang dimasak bisa membantu menekan rasa lapar yang berlebih, dengan memperlambat proses pada pencernaan.
Nasi merah juga akan terasa ringan lebih enak jika disantap bersama dengan adonan air kelapa, dimana akan membuatnya terasa sedikit gurih dan dapat memberikan terkstur lembab yang ada pada setiap butir kesatnya.
2. Beras Liar
Bentuknya memang hampir sama dengan beras merah, akan tetapi tumbuh secara alami di tengah hutan subtropis Amerika. Batang tanaman ini juga terbentuk layaknya ilalang, namun dengan isian pada butir beras yang ramping dan panjang.
Kini, beras liar juga banyak dibudidayakan, dan diekspor sampai mancanegara, termasuk kawasan pada Asia. Varietas ini mempunyai sejumlah nutrisi baik, misalnya fosfor, seng dan juga vitamin penguat testoteron, vitamin B serta magnesium.
Nasi liar ini mempunyai tekstur yang kenyal dan cita rasa yang sedap, akan tetapi terasa sedikit pedas pada bagian akhir, sehingga tidak cocok jika disandingkan dengan daging panggang ataupun salad.
3. Beras Berkecambah
Pada sebuah studi ilmiah di Journal of Functional Foods telah menemukan jika beras yang berkecambah menyebabkan peningkatan kadar asam gamma-aminobutyric, suatu senyawa yang bisa mendukung suasana hati dan kesehatan jantung pada manusia.
Makanan tumbuh seperti nasi yang lebih mudah dicerna dan lebih cepat dimasak karena kulit luarnya yang keras melunak para proses tumbuh.
4. Beras Hitam
Varietas mencolok ini dibudayakan di China, dan mempunyai rasa manis, sedikit aroma kacang dan tektur yang kenyal.
Penelitian ini akan menemukan bahwa lapisan dedak deras hitam yang mengandung anthocyanin, yang merupakan jenis antioksidan yang serupa pada dalam beri gelap seperti blueberry, dimana berfungsi sebagai penangkal bebas radikal bebas.
Perlu diperhatikan jika beras hitam berbeda dengan tampilan sejenis pada ketan, dimana bisa terlihat pada segi tekstur dan rasa. Beras hitam lebih lembek jika dibandingkan dengan ketan, dan rasanya juga tidak terasa keras pada lambung.









No comments:
Post a Comment