Saturday, March 16, 2019

Dekat Dengan Wijin Selesai Cerai, Gisella Anastasia Apa Aku Jahat?



Tidak butuh lama untuk Gisella Anastasia untuk bisa move on dari Gading Marten. Setelah status dari perceraiannya telah diresmukan oleh pengadilan, Gisel Kini menjalin hubungan kdekatan dengan pebasket Wijaya Saputra atas biasa sering disapa dengan nama Wijin.

Berbagai kolom komentar Instagram penyanyi cantik ini banjir oleh beragam pro dan juga kontra. Kebanyakan dari warganet yang mempertanyakan mengapa Gisella Anastasia dengan mudah move on ke lelaki lain.

Mesti sempat kesal dan marah, pelantun tembang Cara Lupakanmu ini juga mengerti sudut pandang warganet yang ingin mengetahui kehidupannya. 

Gisel mengatakan jika Aku mencoba menempatkan diri menjadi netizen yang budiman. Mungkin mereka yang merasa kebingungan, kan baru putusan cerai dari pengadilan segala macam tapi sudah memiliki teman dekat lagi. Aku juga mengerti dan memaklumi kebingungan mereka. 

Masa Depan



Gisel Anastasia ketika bicara mengenai hubungan asmara yang sudah berakhit, sejak dulu memang tidak pernah terlalu larut memikirkan masalah sebelumnya. Menurutnya, yang berlalu biarkanlah berlalu karena terpenting adalah masa depan saya dan juga anak saya.

Sadar tidak sadar, dilingkungan kita memang jenis orang berbeda-beda, dan bermacam-macam. Ada yang dengan gampang lepas dari suatu keadaan ketika sudah berpisah, untuk maju,itu sangat sulit. Namun ada juga cara maju ke depan dengan melakukan sibuk kerja. Jika aku memang, tidak tahu mesti malu atau pun bangga, namun dari zaman dulu jika masalah relationship, jika sudah, ya sudah, tegasnya dari Gisella Anastasia.

Mempertanyakan



Lebih lanjut Gisella yang merasa sedih ketika dirinya yang disalahkan ketika ia membuka hari untuk lelaki lain. Karena sebagai seorang ibu tunggal, ia pasti memprioritaskan sang anak lebih dari apapun. Jika dekat dengan orang baru aku rasa itu merupakan hal yang wajar mengingat statusnya saya yang sudah menjanda.

Istilahnya untuk bisa mencari kebahagiaan sendiri dengan berkenalan sama yang baru, tidak disangka-sangka ternyata ada yang cocok, dan tidak disangka-sangka juga ada satu frekuensi. Ketika ada yang bisa mampu memenuhi apa yang ternyata kemarin itu kurang, misalnya apakah itu akan membuat aku menjadi satu orang yang sangat jahat? Gisel yang mempertanyakan hal tersebut.

Sementara yang aku lakukan itu setelah semunya sudah selesai. Jika memang kecepatan aku untuk bisa move on lebih cepat dari yang lain apakah itu akan membuat aku menjadi orang yang jahat? Toh aku sebagai seorang orang tua tidak meninggalkan Gempi, aku sangat memperhatikan semuanya dan tidak lari tanggung jawab saya sebagai seorang orang tua buat Gempi.


Sebagai seorang ibu yang bekerja, dan menangis agar bisa membahagiakan diri saya sendiri, apakah yang aku lakukan itu salah dan apakah saya jahat? Akan tetapi saya juga tidak bisa salahkan siapa-siapa, karena semua orang berhak untuk memberikan pendapat, akan tetapi kebahagian yang aku cara. Selagi saya tidak merugikan orang lain, tidak terlalu aku pikirkan orang mau berkata apa.

No comments:

Post a Comment