Tuesday, May 8, 2018

Sakit Hatiku ketika Tau Suamiku Lebih Memilih Pelakor, Tapi Kuilkhlas Demi Anakku



54indo.com- Hidup memang tentang pilihan kita. Setiap wanita juga berhak untuk menentukan atau mengambil keputusan pilihan hidupnya sendiri. Mesti terkadang membuat pilihan yang tidak mudah, tetapu hidup akan lebih bermakna karena pilihan kita.


Bersyukur, untuk semua hal yang terjadi dalam kehidupan saya. Apapun itu, semua yang saya alami atas kehendak yang diatas. Saya cuma seorang single fighter, seorang single mom, dengan seorang anak laki-laki lucu yang berusia 7 tahun, yang sudah lama berjuang untuk meneruskan hidup bersama anak saya.

Tidak pernah terpikirkan ataupun menginginkan saya untuk menjadi seorang single fighter, tetapi tuhan berkehendak lain karena ini sudah menjadi takdirku, dan inilah yang terbaik buat kehidupanku. Ayah dari anak lucu ini telah meninggalkan kami demi mengejar perempuan lain, atau sekarang yang lagi zaman yaitu seorang pelakor. Ceritanya sangat panjang, namun singkat cerita, pelakor itulah yang memaksa saya untuk keluar dari kehidupan suami sekaligus anak saya.

Tidak pernah menyerah dan berpangku tangan, karena hidup ini masih harus terus dijalani, anak saya butuh masa depan, tangisan, kesedihan, dan tidak lagi bisa mengubah semua ini. Bangkitlah saya demi anakku, untuk kembali bekerja, karena ketika saya bercerai saya cuma punya sebuah toko, sebelumnya saya telah keluar dari pekerjaan saya di BUMN di daerah jakarta. Namun toko tersebut juga diambil sama suami tanpa sepengetahuan dan diberikan oleh istri barunya.


Bagi saya marah itu sangat melelahkan, balas dendam bukanlah hal yang tepat. Saya ikhlaskan semua, dengan keyakinan rezeki dan harta pasti akan selalu ada buat saya dan anak saya.

Akhirnya saya putuskan untuk pergi ke jogja, dan mengambil kuliah S2. Saya bercita-cita untuk menjadi seorang akademi sehingga dapat meneruskan kuliah saya. Keajaiban Tuhan pun datang untuk kami berdua. Sebuah tawaran yang menjadi dosen yang tidak tetap di kampus saya, memberikan kesempatan saya untuk mencari rezeki saya dan anak saya.

Walau saya masih jurusan S1, dan sedang menjalani kuliah S2, tetapi pihak kampus memberikan saya kesempatan dikarenakan saya mempunyai pengalaman lama di jakarta. Luar biasa, kuasa Tuhan, karena tidak semua orang akan bernasib baik kepada saya, saya semakin yakin dibalik kepedihan dan kesakitan yang kami alami, ada kebahagiaan yang akan memberikan senyuman untuk kami.



Meskipun menjalani kuliah sambil menjaga anak itu tidaklah mudah buat saya, tetapi saya tetap menjalaninya. Kami tinggal dirumah cuma berdua, tidak ada keluarga, saudara ataupun pembantu yang menjaga anak saya. Untung sekarang ada sekolah yang seharian, dan sebab itulah membuat saya menjalani kuliah sambil mengajar dikampus.

Kadang seperti tidak adil buat saya, saya mengerjakan tugas kuliah, menemani anak bermain, menyuapi, dan yang paling menyedihkan kalau saya melihat anak saya sedang sakit. Dan setiap malam selalu berdoa agar saya dan anak saya diberikan kesehatan dan tetap bisa belajar dan kuliah. 

Keajaiban lain juga datang pada kami adalah agar mendapat kemudahan biar bisa membayar uang SPP kuliah saya. Saya kuliah tidak dengan beasiswa manapun, sempat merasa khawatir, tapi saya yakin Tuhan akan memerikan jalan kepada saya. Saya punya hobi menulis, dan saya salurkan bakat saya untuk perlombaan menulis. Dan akhirnya Tuhan memberikan rezeki itu untuk saya sehingga saya bisa membayar uang SPP kuliah S2.


Inilah pilihan saya, sampai saat ini yang saya jalani. Perlahan kesedihan akan berubah menjadi kebahagian. Kami juga akan tetap berjuang agar tetap bisa menjalani hidup ini, dan mempunyai masa depan terutama anak saya. Semoga suatu hari ayahnya melihat biar kami disingkarkan dari kehidupan dia kami masih bisa tetap bangkit dan bertahan untuk masa depan kami.

Untuk orang yang menyakiti  kami di masa lalu, kami sudah memaafkan perlakuan kalian kepada kalian. Tidak ada gunanya jika kamu membalas dendam, alangkah baiknya jika kamu mencari kesibukan yang berguna untuk kedepannya.

Untuk suami yang meninggalkan kamu dengan cara yang menyakitkan. Sungguh itu cara tuhan untuk membersihkan kehidupan kami berdua dari orang yang tidak baik. 



Untuk para perempuan, mom yang pernah merasakan rumah tangganya direbut pelakor. Sudahlah jangan pernah marah dan balas dendam, karena itu tidak ada gunanya. Itulah yang bisa saya lakukan, biarpun saya dimaki disosial media, tak pernah saya membalasnya. Saya serahkan semua ini kepada Tuhan, saya menginginkan semoga saya diberikan keringanan hidup dan akan terbebas dari kesedihan yang panjang.

Saat ini saya telah mengerjakan tesis untuk syarat kelulusan kuliah S2. Dalam waktu dekat saya akan di wisuda, semua jerih payah yang saya lakukan demi anak saya, bisa mempunyai masa depan yang lebih bagus. Doakan kami. Semoga Tuhan memberikan orang yang baik dan memberikan jalan yang terbaik buat saya dan anak saya.

      























No comments:

Post a Comment